Don't Peek, Teror Karena Sebuah Game | Film Pendek

don't peek

Sudah lumayan lama saya tidak membahas lagi film horor pendek. Bukan karena takut, melainkan kurang mood saja. Lagipula, menyimak tingkah kocak para pemimpin kita jauh mengasyikan dan lebih horor. Tapi untuk minggu ketiga di bulan terakhir tahun ini, pada akhirnya saya menemukan kembali mood menonton film, khususnya genre horor pendek.

Malam ini, saya akan membagikan pengalaman menonton film horor pendek berjudul "Don't Peek", atau jika diterjemahkan berarti "jangan mengintip". Film yang direkomendasikan oleh salah satu YouTuber horor favorit saya, Hagz. Buat kamu yang ingin menonton dulu ulasan dari beliau, boleh klik link berikut: FILM PENDEK TERSERAM: DON'T PEEK.

Oiya, hampir lupa. Mulai dari sekarang dan seterusnya, review film pendek maupun panjang, tidak akan lagi membagikan full spoiler untuk kamu. Karena jujur saja, saya merasa kurang nyaman apabila memberikan contekan dan mengurangi pengalaman menontonmu. Lebih baik tulisannya kurang dari 300 kata ketimbang harus mengorbankan pembaca yang memang suka dengan rekomendasi-rekomendasi film horor pendek dari saya. Semoga kamu memahami keputusan ini, dan bisa lebih menikmati filmnya.

Abstrak

Don't Peek merupakan sebuah film pendek yang ditulis, disutradarai, diedit dan diproduseri oleh Julian Terry. Julian Terry merupakan pemilik akun YouTube yang diberi nama sama dengan dirinya. Tapi tenang, dia tidak menggarap film ini sendirian. Selain bintang film, tentunya, Julian juga dibantu oleh beberapa teman yang mungkin setongkrongannya. Jadi, sudah dipastikan ia tidak eksis sendiri di film ini.

Bercerita tentang seorang entah anak remaja atau dewasa (Kattie C'etta), yang bermain gim Animal Crossing di perangkat Nintendo. Gim yang semestinya terlihat menyenangkan untuk seorang perempuan, meski dimainkan saat tengah malam. Dan memang, dibabak awal film ia terlihat enjoy memainkan karakternya.

Hingga, sebuah keanehan terjadi. Gim yang dimainkan seolah terkoneksi dengan seluruh ruang kamarnya. Ketika ia membuka laci di gim, laci di kamarnya juga ikut terbuka secara misterius. Begitu juga ketika ia menyalakan lampu. Pada awalnya perempuan itu malah merespon senang. Pikirnya, mungkin gadget sekarang sudah secanggih itu. Sampai akhirnya, sosok karakter misterius muncul di depan pintu gim Animal Crossing. Ia mulai sadar, ia tidak sedang sendirian di kamarnya.

Plus (+)

Hal pertama yang muncul dalam pikiran saya adalah perpindahan tiap adegan dan sudut pandang kamera yang memanjakan mata. Meskipun tidak begitu total dan niat, perpindahan dan angel sederhana itu justru menguatkan jalan cerita. Penonton akan dibuat ikut merasa terteror oleh sosok misterius itu melalui angel kamera yang tepat.

Ide memanfaatkan gim bertema fun, yang kemudian diputar balik menjadi menyeramkan, juga lumayan segar. Memang tidak orisinal, tapi setidaknya belum cukup usang. Saya sebagai penonton lumayan menikmati alur ceritanya dari bagian-perbagian.

Pada bagian akting mbak Kattie, saya tidak begitu fokus kecuali pada wajah manisnya. Ehehe. Tidak, mbak Kattie cukup bisa memaksimalkan perannya, kok. Meski di beberapa bagian agak kurang sedikit, tapi mbak Kattie masih bisa dikatakan berhasil memainkan perannya sebagai seseorang yang terancam oleh sosok misterius di dalam kamarnya.

Sosok misterius yang muncul di babak kedua, lumayan bisa membuat waswas penontonnya. Meski kemunculannya memang agak tergesa-gesa dan tidak seikonik di film pendek Lights Out, namun usahanya menakut-nakuti mbak Kattie cukup bisa diapresiasi.

Minus (-)

Kesan horor, yang tentu menjadi kunci utama kesuksesan film genre ini, agaknya tidak begitu banyak berpengaruh buat saya. Pasalnya beberapa adegan sudah gampang ditebak dan sering nangkring di beberapa film pendek lainnya. Akan tetapi bagi kamu yang tidak begitu sering menonton film horor atau memang sudah penakut sejak lahir, rasa-rasanya film Don' Peek ini masih bisa membuat jantungmu ditekan cukup kuat. Apalagi, seperti yang sudah disebutkan di atas, pengambilan gambar sangat membantu kesan horornya sedikit meningkat.

Tingkat kelogisan pada salah satu bagian cerita juga masih sangat dipertanyakan. Rasa-rasanya, meski Nintendo yang dimainkan mbak Kattie merupakan versi baru, tentunya tak akan secanggih itu. Sebenarnya hal itu tak jadi masalah, mengingat ini adalah film bergenre horor. Namun, respon sang aktris yang terkesan merasa baik-baik saja, membuat kelogisannya jadi agak terganggu. Saya prediksi, wajahnya bukan lagi anak remaja SMP, masa iya dia tidak cukup paham dengan apa yang sedang ia alami. Maksud saya, kalau sudah merasa ada yang aneh, kenapa tidak langsung takut sekalian saja. Meski di awal-wal ia ketakutan, tapi hal tersebut tak cukup membantu menjawab pertanyaan soal kelogisan adegan.

Skala Angka

  • Cerita: 7/10
  • Atmosfer: 5/10
  • Act: 6,5/10
  • Audiovisual: 9/10
Maka, skala angka keseluruhan untuk film horor Don't Peek ini adalah 6,9. Skala yang cukup bagus untuk film yang masih bisa dinikmati oleh penikmat horor awam. Pesan dari pak sutradara, "jangan bermain gim Animal Crossing malam ini."

Buat kamu yang penasaran dan sudah siap mental, berikut adalah film horor Don't Peek:

Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya!
*Dilarang spam, mencantumkan link, dan melanggar aturan lainnya.

Lebih baru Lebih lama