Musikalisasi Puisi, dan Pengertian yang Sebenarnya

musikalisasi puisi

Musikalisasi puisi. Setiap kamu mendengar frasa tersebut, tentu kamu (kebanyakan) langsung berpikir, "membaca puisi dengan diiringi musik." Tapi benarkah pengertian tersebut demikian? Sebelum membahas lebih jauh, mari kita kupas dulu makna sederhana dari kedua kata tersebut.


Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Bahasa Indonesia), musikalisasi adalah hal menjadikan sesuatu dalam bentuk musik. Apakah dari makna ini saja kamu sudah mulai mengerti atau paham? Yap, benar sekali. Jika kita mau memaknai musikalisasi puisi ini ke dalam konteks makna musikalisasinya, maka puisi yang akan kita buat haruslah dijadikan sesuatu dalam bentuk musik. Artinya puisi tersebut sebetulnya harus dialih wahanakan menjadi lagu. Namun apakah benar seperti itu?

Sekarang coba kamu buka KBBI di ponselmu lagi, bisa melalui aplikasi resmi maupun daring. Mari kita cek atau cari makna musikalisasi puisi secara utuh, siapa tahu ada. Baik, ternyata ada. Coba kamu baca dan pahami baik-baik. Apakah KBBI mengatur musikalisasi puisi sebagai puisi yang dialihwahanakan sebagai lagu? Ternyata tidak. Justru dalam KBBI, musikalisasi puisi adalah pembacaan puisi yang dipadukan dengan musik. Jelas bukan, tidak ada menyinggung soal alih wahana sama sekali. Hanya terkesan menjelaskan bahwa musikalisasi puisi ya... hanya membaca puisi yang diiringi musik.

Sebenarnya yang manakah yang benar? Memusikkan puisi atau hanya sekedar membaca puisi yang diiringi musik? Atau jangan-jangan keduanya benar?

Ketika saya mencari musikalisasi puisi di beberapa media daring khususnya YouTube, saya juga menemukan beberapa praktik musikalisasi dari kedua makna di atas. Coba kamu dengarkan dan pahami.

Di bawh ini adalah contoh musikalisasi puisi dengan makna membaca puisi yang diiringi musik.


Nah, untuk contoh musikalisasi versi alih wahana, kamu bisa lihat beberapa daftarnya di 5 Musikalisasi Puisi Keren yang Wajib Kamu Dengarkan. Semuanya wajib jadi list musik di gawaimu. Enak di kuping deh, pokoknya.

Menurut kamu mana yang kira-kira tepat dalam memaknai sebuah musikalisasi puisi? Secara pribadi, sebetulnya saya lebih menyukai makna alih wahana tadi. Menurut saya, menjadikan puisi sebagai sebuah lagu itu jauh lebih berkarakter daripada hanya membaca lalu diiringi musik. Tentunya itu akan menambah seni dalam berpuisi juga. Ternyata, puisi bisa dijadikan sebuah lagu.

Jika kamu penggemar lagu grup Bimbo, tentu kamu tak asing dengan lagu Sajadah Panjang bukan? Fakta mengatakan, lagu tersebut merupakan sebuah puisi karya Taufik Ismail. Ada beberapa lagu Bimbo yang ternyata liriknya diambil dari puisi Pak Taufik Ismail. Tinggal cari saja di Google.

Selain itu, pada beberapa pentas seni di sekolah maupun kampus, musikalisasi puisi juga sering ditampilkan sebagai lagu. Lebihnya lagi, puisi yang dibawakan tidak asal comot. Harus merupakan puisi karya penyair ternama dan telah diterbitkan. Bukan puisi hasil dari karya sendiri apalagi hasil nemu di sosial media. Begitu kira-kira info yang saya dapatkan dari dosen saya di kampus.

Sebagai bukti kuat, coba juga kamu cari beberapa info lomba musikalisasi di kampus-kampus atau pada lomba musikalisasi nasional. Dari yang saya temukan, tidak ada satupun peserta yang membawakan puisinya hanya dibaca saja. Puisinya selalu akan dialihwahanakan sebagai lirik kemudian diiringi musik.

Berarti apakah musikalisasi puisi dengan makna membaca puisi yang diiringi musik itu salah? Sepertinya saya tidak akan berpikir begitu juga, sebab ilmu saya masih sedikit untuk memilih mana yang salah, dan mana yang benar. Karena sudah jelas dalam kamus bahwa hal tersebut bisa dikatakan musikalisasi puisi. Jadi, kalau kamu suka dengan musikalisasi versi membaca saja, itu hak kamu sebetulnya. Namun, alangkah lebih bagus kamu menyukai keduanya. Takada salahnya.

Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya!
*Dilarang spam, mencantumkan link, dan melanggar aturan lainnya.

Lebih baru Lebih lama