Lika-liku Kehidupan Berpacaran

Berpacaran
Pixabay/AromaArtRodenberg


Sekedar informasi tak berguna saja, saya pribadi sebetulnya baru sekali pacaran. Setidaknya hingga hari ini. Kesimpulannya? Sungguh tak diduga. Bukan hanya kebahagiaan, saya juga mengalami cukup banyak kesakitan. Lika-liku kehidupan berpacaran lebih rumit dari yang dibayangkan.

Cinta yang berujung pacaran memang tak seindah langsung ke pelaminan. Meski juga terdapat rintangan, setidaknya pernikahan akan sulit mengalami perpisahan. Karena ikatan yang kuat dan minim sekali berakhir singkat.

Sejak zaman penjajah bahkan mungkin sejak nenek moyang kita, pacaran dijadikan sebuah bukti "setengah" sah bahwa cinta yang dimiliki merupakan keseriusan. Bukan mainan, bukan pula bualan. Jika tidak begitu, orang yang dicintai akan sedikit merasa ragu. Begitu kira-kira menurut remaja bucin masa kini dan dulu. Sehingga tanpa mereka sadari, bahwa ikatan itu justru malah bisa memisahkan mereka sewaktu-waktu.

Cinta tak selamanya berisi kisah-kisah bahagia. Akan selalu ada bumbu-bumbu pemantik kemarahan. Dalam pernikahan yang notabene sudah sah saja, hal itu masih tidak bisa dihindarkan. Apalagi hanya hubungan pacaran.

Tak sedikit, kisah cinta yang berujung pacaran akan mengalami akhir kandas. Kisah yang pada awal bulan penuh romansa indah, lambat laun akan mengalami musibah. Bosan, perselingkuhan, punya rahasia lain, punya gebetan lain, hingga pertikaian yang menyangkut orang tua.

Ketika kamu berhasil menaklukan hati seseorang, maka bersiaplah jika suatu saat kamu merasa bosan. Bosan takada lagi pembahasan, bosan dengan hubungan yang monoton, bosan karena sering terjadi perselisihan dan lain-lain.

Sehabis rasa bosan semakin timbul, siap-siap juga dengan perselingkuhan. Selingkuh tak melulu dalam pernikahan. Hubungan pacaran pun akan rentan dengan itu. Bahkan lebih rentan. Selingkuh juga tidak musti sebab bosan. Selingkuh bisa terjadi karena banyak faktor. Seperti merasa ada yang lebih baik, lebih cantik, atau lebih beriman.

Eh, tunggu, takada kata beriman dalam pacaran. Wong pacaran saja sudah disebut dosa. Lanjut!

Kalau sudah terjadi penghianatan, maka ujungnya tinggal menyebut kata tersakit di dunia pacaran. Kata paling merusak batin, kata yang dapat membuat seluruh tubuh bergejolak. Ialah kata: PUTUS.

Kalau sudah begitu, maka hubungan pacaran yang sedari awal dibayangkan berakhir bahagia, malah jadi sengsara. Tidak ada lagi janji manis hubungan dibawa sampai menikah. Apalagi janji sehidup sampai tua. Tidak ada, kecuali memang sudah jodohnya.

Iya, tahu, masih ada banyak contoh orang berpacaran yang bisa sampai pelaminan. Tapi itu sudah sangat jarang. Apalagi di masa yang penuh godaan sosial media. Bapak-bapak tua saja bisa tergoda gadis muda di sosial media, apalagi kamu yang masih punya jiwa muda. Pasti sesekali lirik-lirik cari yang bening dan berparas indah.

Untuk saya pribadi, meski hanya baru mengalami pacaran sekali, pacaran itu tak punya banyak arti. Mending kalau bisa bertahan dan penuh kebahagiaan, lah, ini malah penuh lika-liku pengkhianatan. Jadi curhat.

Kalaupun kamu bersikukuh terus-menerus cari pengganti untuk dipacari, ujungnya tak akan pasti. Lebih baik kamu jadi penggemar rahasia dulu, hingga kamu tahu dia siap untuk dinikahi. Kalaupun bukan jodohmu, setidaknya kamu bukan golongan yang menjaga jodoh orang lagi. Berhenti menyakiti diri sendiri.

Tidak mau kan, kamu dicap sebagai penjaga jodoh orang? Apalagi jika hubungan berpacaranmu sudah diketahui khalayak ramai. Bukan hanya kamu, keluargamu juga bisa malu.

Masih keukeuh mau punya pacar? Ya sudah, itu hak kamu dalam mengukuhkan siapa jodohmu yang sebenarnya. Tapi pesan saya, berhentilah berkorban terlalu besar untuk suatu hal yang sejatinya tidaklah baik buatmu. Jangan ada drama-drama, sebab mungkin jodoh aslimu sedang menunggumu di rumahnya.

Selamat malam, dan selamat bermalam minggu, buatmu yang sudah kukuh dalam cinta lahir batinmu. Untuk yang belum dapat jodoh, mari kita saling berpegang tangan, saling mendoakan.

Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya!
*Dilarang spam, mencantumkan link, dan melanggar aturan lainnya.

Lebih baru Lebih lama