Squid On Strike dan Hak Buruh yang Dirampas

Squid on Strike
spongebob.fandom.com


Episode "Squid On Strike" ini bercerita tentang perlawanan Squidword dan Spongebob Squarepants terhadap perlakuan Tuan Krab. Tentu kita sudah mengenal sosok ini. Tuan Krab merupakan bos mereka di Krusty Krab. Ia dikenal sangat kikir bahkan kepada anaknya sendiri.


Suatu hari, di episode ini, sifat kepiting kikir itu mulai berlebihan dan tidak masuk akal. Ia mengeluarkan beberapa peraturan baru di Krusty Krab untuk mencegah kerugian yang semakin meningkat di sana. Tuan Krab menganggap, pekerjaan Squidward dan Spongebob tidak maksimal dan banyak bermalas-malasan. Bahkan aturan dari Tuan Krab menyebutkan, mereka tidak boleh bernapas sembarangan ketika bekerja.


Karena tingkah Tuan Krab tersebut, Squidward mulai geram. Ia yang kemudian mengajak Spongebob, melakukan perlawanan terhadap bosnya itu dan meminta haknya sebagai buruh. Mereka berdua mulai gencar berdemo di depan Krusty Krab. Sayangnya Tuan Krab sama sekali tidak menggubris permintaan mereka, dan justru malah mengganti mereka dengan anak-anak remaja untk bekerja di sana.


Squidward mulai naik pitam, bahkan Spongebob yang pada mulanya tidak mau berdemo, menjadi lebih bersemangat melawan ketidakadilan dari bosnya. Mereka berdua terus menerus melakukan perlawanan meskipun Tuan Krab dan para penggemar krabby patty di sana tidak mengindahkannya.


Saking semangatnya, Spongebob bahkan bertekad akan melakukan perlawanan bersama tetangganya itu meskipun harus selamanya. Lucunya, Squidward baru tersadar. Ia kemudian membayangkan bagaimana jika mereka berdua terus bersama selamanya. Karena mengingat, Squidward sebenarnya sedikit benci dengan Spongebob.


Pada suatu malam, Squidward akhirnya memilih untuk menyerah saja dan merayu Tuan Krab. Namun secara kebetulan, ketika ia hendak bertemu, Tuan Krab sudah berada di depan pintu rumahnya. Kepiting kikir itu curhat tentang para remaja yang ia pekerjakan yang malah merusak usahanya. Di situlah Squidward kembali membuat rencana baru yang sedikit memanfaatkan suasana. Tuan Krab menyadari itu, dan sempat berkata, "sepertinya ada yang ingin melubangi dompetku."


Saat Squidward dan Tuan Krab pergi menuju Krusty Krab, Squidward terkejut. Spongebob merusak Krusty Krab hingga tidak berbentuk. Squidward mulai bergemetar melihat keadaan itu. Dengan menutup mata, Tuan Krab dengan santainya membuka pintu Krusty Krab yang sebenarnya sudah hancur. Bisa dikatakan, ia sedang berpantomim. Ia baru sadar ketika duduk di singgasananya. Tuan Krab lalu marah dan episode ini berakhir dengan Squidward dan Spongebob bekerja di Krusty Krab selamanya (digambarkan masih bekerja walaupun tubuh merek hanya tinggal tulang).


Entah sengaja atau tidak, episode ini memang sangat berkenaan dengan keadaan para buruh di dunia. Masih banyak para pekerja keras itu diperlakukan dengan semena-mena. Pekerjaan yang terlalu berat, upah yang sedikit bahkan tidak dibayar, dan kurangnya perhatian pemerintah dalam menyejahterakan mereka.


Gambaran dari seorang bos perusahaan yang terkesan menyiksa para pekerjanya, ditampilkan dengan sangat baik oleh karakter Tuan Krab. Sosok yang sebenarnya baik ini jauh lebih mencintai keuntungan dibanding kesejahteraan kedua pekerja setianya. Aturan-aturan yang dibuatnya juga dapat menggambarkan aturan pekerja di dunia nyata yang sama tidak masuk akalnya.


Tidak lupa aktor utama pada episode ini, Squid dan Spongebob, juga memberikan gambaran yang sama baiknya. Mereka diibaratkan seorang pekerja yang mau tidak mau harus menaati aturan perusahaan. Karena hanya di sanalah mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, sesekali mereka juga bisa geram. Mereka bisa melawan, meskipun hanya berbentuk tuntutan saja.


Lalu para pemeran figuran, yang digambarkan tidak peduli dengan tuntutan Squidward dan Spongebob, juga sangat relevan dengan para konsumen. Bahkan Squidward berucap pada episode itu, saya lupa apa isi kalimatnya, tapi intinya mereka tidak akan pernah peduli selagi mereka mendapatkan kepuasan yang mereka inginkan. Suatu kalimat yang sangat menohok dari seorang kasir yang sebetulnya memiliki kecerdasan.


Kesimpulan dari pesan yang disampaikan dari episode ini adalah, kehidupan para buruh memang semestinya diperhatikan. Baik oleh para bos pemilik perusahaan, maupun oleh pemerintah di negaranya. Karena boleh setuju atau tidak, tanpa mereka, kehidupan sehari-hari kita pasti akan sangat sulit untuk dikerjakan sendiri.


Menjadi seorang buruh juga memiliki resiko yang sangat tinggi. Entah dalam hal pekerjaan atau tentang masa depannya nanti. Sudah bisa dibayangkan bila masa depan sudah sangat modern, mereka akan tergantikan oleh robot-robot canggih. Maka dari itu, dukunglah dan hargailah para buruh yang setiap hari sudi membantu kehidupanmu meskipun dengan upah yang tidak banyak.

Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya!
*Dilarang spam, mencantumkan link, dan melanggar aturan lainnya.

Lebih baru Lebih lama