Merevisi Mimpi itu Penting, Sepenting Undang-undang RI

Merevisi mimpi
imdb.com/the pursuit of happyness

Halo, pecinta ruang!

Hari ini Ruang eNIeR akan membahas pentingnya merevisi mimpi dan cara menemukan mimpi sejati. Merevisi mimpi itu penting, sepenting undang-undang RI. Tanpa basa-basi, mari kita masuk!

Mimpi itu apa sih?

Cita-cita, atau bahasa kerennya mimpi, adalah salah satu pertanyaan pertama di kelas saat masuk sekolah untuk pertama kalinya. Memang sepenting apa mimpi? Sampai guru terus-menerus menyuruh kita menulisnya.

Mimpi itu semu, tak berwujud, tidak ada fisik yang bisa dipamerkan, tak bikin kenyang. Mimpi itu sebatas catatan kecil di kertas yang suatu saat bisa hilang. Itulah definisi mimpi bagi yang tidak bisa merawatnya. Intinya, "ngapain harus punya mimpi, mending bangun!"

Mimpi itu sebuah motivasi hidup, tujuan inti saat kita mengerjakan sesuatu, hasil dari proses keringat akibat lelah, sebuah janji diri sendiri. Dan begitulah kata pemimpi tentang mimpinya. Setidaknya menurutku.

Pentingkah Bermimpi?

Bermimpi itu penting
imdb.com/Suckseed

Aku adalah penganut ajaran mimpi yang taat. Maka, jelas mimpi itu sangat penting. Lebih penting daripada undang-undang RI bahkan. Sepenting menangis saat mengalami masalah besar.

Hey, coba kamu tengok apa yang sedang kamu lakukan hari ini. Mengapa kamu melakukannya? Pasti ada tujuan yang harus diwujudkan. Mustahil tidak ada.

Kamu membawa map sembari berdandan rapih baju hitam putih, tujuan kamu mencari kerja. Kamu bekerja keras, menjait baju, melayani pembeli, mendorong gerobak gorengan, mencari pelanggan, semua itu untuk apa jika tanpa tujuan. Kupikir itu juga termasuk kategori bermimpi.

Jika tak punya mimpi, apa lagi yang bisa kamu lakukan di dunia ini? Serius, aku akan mendoktrinmu. Bermimpilah, sehingga kamu bisa menikmati keluh kesah hidup. Mengalami pahit manis mewujudkan itu. Bermimpi itu mengasyikan.

Aku Sudah Bermimpi, Tapi Selalu Berganti-ganti

Berganti-ganti Mimpi
imdb.com/Laskar Pelangi

Merevisi mimpi. Akhirnya kita sampai kepada pembahasan inti.

Bermimpi dan mewujudkannya kadang mengesalkan. Banyak sekali masalah-masalah yang terjadi karena mimpi. Salah satu hal kecilnya, mimpi kadang berganti-ganti.

Sejak SD sampai kamu sudah cukup dewasa seperti sekarang ini, sudah berapa kali kamu mengganti mimpi terbesar di hidupmu? Dari menjadi guru, tiba-tiba jadi ustaz, jadi dokter, pemain bola, koki, penyanyi, YouTuber, dan sebagainya.

Semua itu sangatlah wajar, namanya bagian dari proses hidup bermimpi. Tak perlu khawatir, lakukan saja sampai kamu menemukan titik buntu. Titik yang hanya ada kamu dan mimpimu saat itu.

Salah satu tandanya, kamu sangat menyukainya. Mimpi itu ibarat hubungan, bisa memilih dan bisa beralih sampai bertemu dengan yang benar-benar idaman. Kamu benar-benar memperjuangkan.

Tanda lain, coba kamu tengok kembali dirimu. Kerjaan apa yang sampai membuatmu lupa waktu? Yap, hobimu dan kesukaanmu.

Kadang bahkan sering, mimpi besar itu datang dari hobi dan kesukaanmu. Dan hobi bisa juga berubah-ubah.


Mungkin saat kecil kamu suka melihat gurumu mengajarimu, maka kamu bermimpi jadi dia. Setelah usia bertambah, kamu sadar jadi guru itu susah. Kamu mulai menyukai sosok dokter yang merawatmu. Tapi tunggu, masalahnya kamu membenci ilmu sains yang memusingkan. Kamu mulai dewasa, kamu mulai banyak putus asa. Hingga, mimpi dalam jiwa sama sekali tidak ada.

Kamu mulai menulis sesuatu di bukumu, sampai puluhan lembar. Tak masalah, lagipula itu hobimu. Mau satu buku pun, hajar!

"Tunggu, kalau begitu ini bisa jadi mimpiku sebenarnya, jadi penulis!" Pikirmu.

Akhirnya kamu menemukan kekuatan baru, mimpi baru. Kali ini kamu benar-benar merawatnya dengan baik dan sabar. Terus-terusan gagal pun kamu tak mau meninggalkannya. Menulis, seperti yang dibahas tadi, sudah seperti idaman. Apapun dilakukan untuk mewujudkan.

Ilustrasi di atas hanyalah sebuah contoh bahwa merevisi mimpi itu penting, sepenting undang-undang RI. Kamu biss saja berhenti di titik menyukai dokter atau guru, bisa juga hobimu masih banyak dan beralih. Jangan terlalu bingung, lakukanlah semua prosesnya. Ingat!

Semua orang di dunia ini berbeda jalan hidup. Punya porsinya masing-masing.

Memiliki proses panjang bukan berarti kamu bermasalah. Bisa jadi Tuhanmu memang ingin memberi banyak pengetahuan dulu. Ingin kamu tidak sok tahu! Ingin kamu berilmu.

Mengaitkan mimpi dengan undang-undang ri sama sekali tidak berlebihan. Karena jelas ini soal kamu dan masa depanmu. Soal kamu dan aturan-aturan di hidupmu.

Maka, bermimpilah meski terus berubah-ubah. Jangan gusar, jangan takut, dan jangan bingung. Teruslah berjuang hingga kamu benar-benar yakin itulah titik terakhirnya.

Seperti kata Om Andrea Hirata:

Bermimpilah, maka tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu.

Artinya kamu dan mimpimu akan dijaga Tuhan. Sebaik-baiknya. Se-Maha Kuasanya. Tetap semangat, fokus dan jadilah kebanggaan dirimu, keluargamu, dan tetangga-tetanggamu.

Komentar

Kamu punya tanggapan? Kirim saja melalui komentar di bawah ini, ya!
*Dilarang spam, mencantumkan link, dan melanggar aturan lainnya.

Lebih baru Lebih lama